Tuesday, 8 May 2012

Batas Usia Pensiun Pustakawan

Pensiun adalah hal yang pasti dialami oleh pegawai negeri maupun swasta jika sudah memasuki usia non produktif atau usia senja yang sudah berkurang frekwensi pekerjaan yang bisa dilakukan. Pensiun atau jaminan hari tua merupakan upaya pemerintah atau perusahaan yang bertujuan untuk memberikan penghasilan kepada pegawai atau karyawan yang telah setia mengabdi dan berjasa kepada negara atau perusahaan2 (Tayibnapis, 1994:323).
Berdasarkan Undang–undang Nomor 11 tahun 1969 tentang pensiun pegawai dan pensiun janda/ dudanya PNS, pensiun diberikan sebagai jaminan hari tua dan sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri selama bertahun-tahun bekerja dalam dinas pemerintah. Pada pokoknya adalah menjadi kewajiban setiap orang untuk berusaha menjamin hari tuanya, dan untuk ini setiap pegawai negeri sipil
wajib menjadi peserta dari suatu badan asuransi sosial yang dibentuk oleh pemerintah. Karena pensiun bukan saja sebagai jaminan hari tua, tetapi juga adalah sebagai balas jasa, maka pemerintah memberikan sumbangannya kepada pegawai negeri. Latar belakang adanya masa pensiun antara lain1 (Subid Pensiun, 2011 :1) adalah : (1) Karena batas usia pensiun ; (2) Kemauan sendiri; (3) Takdir misalnya : sakit, meninggal dunia; (4) Rekturisasi/Dinas; (5) Diberhentikan dengan tidak hormat karena adanya kasus. Sedangkan untuk unsur sifat pensiun adalah :
1.    Penghargaan, diberhentikan dengan hormat;
2.    Jaminan hari tua;
3.    Jasa terhadap Negara atau pemerintah.
Selanjutnya tujuan dari program pensiun itu sendiri adalah :
1.    Untuk memberikan jaminan hari tua bagi pegawai negeri/ peserta pada saat mencapai usia pensiun.
2.    Sebagai penghargaan atas jasa-jasa pegawai negeri/ peserta setelah yang bersangkutan memberikan pengabdian kepada Negara.
Menurut Undang–undang Nomor 11 tahun 1969 tentang pensiun pegawai dan pensiun janda/ dudanya PNS pasal 9, hak atas pensiun pegawai yang diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil berhak menerima pensiun pegawai, jikalau ia pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai :
1.    Telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 tahun dan mempunyai masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 tahun.
2.    Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 tahun dan oleh badan/ pejabat yang ditunjuk oleh departemen kesehatan berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan pegawai negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rohani yang tidak disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban jabatannya.
3.    Pegawai negeri yang setelah menjalankan suatu tugas negara tidak dipekerjakan kembali sebagai pegawai negeri, berhak menerima pensiun pegawai apabila ia diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri dan pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai negeri ia telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 tahun dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang–kurangnya 10 Tahun.
Setiap pegawai mempunyai hak pensiun atau batas usia pensiun yang berbeda–beda sesuai dengan jabatan fungsional masing–masing. Oleh karena itu jenis pensiun dapat dibedakan menjadi 5, yaitu :
1.    Non Batas Usia Pensiun (Non BUP);
2.    Batas Usia Pensiun (BUP), PNS yang telah mencapai BUP harus diberhentikan dengan hormat sebagai PNS;
3.    Pensiun Janda/ Duda;
4.    Pensiun Anak.
Misalnya batas usia pensiun untuk pustakawan menurut Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2003 menyatakan bahwa batas usia pensiun bagi putakawan adalah :
1.      65 (enam puluh lima) tahun bagi Pustakawan Utama;
2.      60 (enam puluh tahun) bagi:
a.       Pustakawan Madya;
b.      Pustakawan Muda;
c.       Pustakawan Penyelia.
Sedangkan usia pensiun untuk pegawai negeri sipil umum adalah 56 tahun.
Menurut Tayibnapis2 (1994: 328) pemberian hak pensiun kepada pegawai negeri sipil dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.         Percepatan pensiun.
Permohonan berhenti dengan hak pensiun yang diajukan oleh pegawai yang telah memenuhi syarat yakni berusia sekurang-kurangnya 50 tahun dan masa kerja telah mencapai 20 tahun. Pensiun ini sering disebut optional retirement.
2.         Pensiun karena telah mencapai batas usia pensiun.
Pegawai mengajukan permohonan berhenti dengan hak pensiun kerena telah mencapai batas usia pensiun yang telah ditetapkan. Pensiun ini sering disebut compulsary retirement. Namun tidak semua pegawai yang memiliki usia dan masa kerja yang sama akan memasuki masa pensiun yang sama pula. Hal ini dikarenakan adanya beberapa jenis keahlian yang mengakibatkan diterbitkannya ketetapan perpanjangan batas usia pensiun bagi pemangku jabatan tertentu.


Daftar Pustaka
Subid Pensiun. 2011. Pensiun. Pada http://bkd.kuningankab.go.id/pensiun pada tanggal 4 Mei 2011.
Tayibnapis, Burhanudin A. 1994. Administrasi Kepegawaian: Suatu Tinjauan Analitik. Jakarta: Pradnya Paramita.


2 comments: